Pengasuhan/Pendampingan Melalui Depresi pada Anak

Jenis Bahan PEPAK: Tips

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 778 - Depresi pada Anak

Sesuatu terjadi kepada anak-anak antara sekolah dasar dan sekolah menengah. Anda tahu, hal-hal di samping persoalan biologis. Saya tidak yakin itu apa, tetapi saya percaya kalau hal itu juga bagian dari ilmu pengetahuan. Anda pasti pernah mendengarnya. Anda memperhatikannya sungguh-sungguh. Akan tetapi, Anda tidak benar-benar memahami hal tersebut sampai hal itu Anda alami sendiri. Saya yakin bahwa saya sudah mempersiapkan anak-anak saya untuk menghadapi tahun-tahun di sekolah menengah dan mereka akan merindukan saat-saat canggung dalam hidup yang sering kali menakutkan.

Ternyata tidak.

Baik anak laki-laki maupun perempuan saya mengalami ketakutan dalam sekolah menengah mereka dan dalam kegiatan penuh tambahan setelah sekolah. Kecanggungan itu semakin menyeruak. Peralihan dari seorang gadis kecil menjadi remaja yang sesungguhnya. Anak-anak laki-laki berada di mana-mana, berlagak dewasa, tetapi tetap tidak paham bagaimana mengucapkan kata-kata yang pantas. Sekolah menjadi masa yang berat saat itu.

Gambar: Anak perempuan yang termenung.

Banyak hal berubah. Begitu pula dengan anak perempuan saya yang mudah bergaul, ceria, dan yang tidak bisa melukai pemikiran orang lain.

Saya mendapat panggilan dari pihak konseling sekolah dan saya harus datang ke kantornya di sekolah. Ketika saya sampai di sana, saya melihat Rachel duduk di bangkunya, matanya merah dan berair. Pihak konselor memberi saya secarik kertas, sesaat kemudian saya merasa waktu seolah berhenti dan angin menghempaskan saya.

Kertas tersebut ternyata adalah surat yang ditulis oleh anak perempuan saya kepada temannya yang berisikan niat untuk bunuh diri. Puji Tuhan, temannya tersebut memberikan surat itu kepada pihak sekolah. Setelah kejadian tersebut, dua tahun berikutnya adalah tahap pengasuhan tersulit yang pernah saya alami.

Saya bukanlah seorang dokter atau terapis, tetapi berikut adalah hal-hal yang sudah saya alami sendiri serta hasil dari membandingkan cerita dari para ibu yang memiliki pengalaman yang serupa.

  • Itu Bukanlah Aku - Itu Kamu. Hal ini tidak sering terjadi kepada saya, tetapi Allah tahu saya membutuhkan saran-Nya secara lantang dan jelas. Perasaan itu seperti jika Yesus duduk di samping saya, menopang wajah saya dengan tangan-Nya, melihat saya tajam-tajam dan berkata, "Jangan. Merasa. Ini. Tentang. Dirimu." Saya berbalik kepada anak saya, merangkulnya, dan berkata, "Semua akan baik-baik saja." Berulang-ulang kali.
  • Carilah Bantuan Secepatnya. Pada hari itu, gereja kami memiliki banyak informasi mengenai hal yang sedang kami alami. Asuransi Anda biasanya juga membayar untuk konseling. Pihak konselor ingin bertemu dengan saya serta suami saya, dan itu sangat menakutkan. Anda harus bersiap untuk menghadapi hal-hal yang berat.
  • Kami sudah melaluinya tanpa bantuan obat-obatan. Namun, menggunakan bantuan obat juga tidak masalah.
  • Berhati-Hatilah dengan Apa yang Anda Harapkan. Jika Anda memiliki seorang anak yang luar biasa berbakat dan sangat bertalenta, teruslah memantaunya. Saya tidak mengatakan bahwa mereka pasti akan mengalami hal itu, tetapi menurut setiap ibu yang anak tertuanya berhadapan dengan depresi, faktor G/T (Berbakat/Bertalenta - Red.) ada di dalamnya.
  • Mendengarkan tanpa menghakimi. Mendengarkan tanpa menghakimi. Tidak menawarkan tujuh langkah menuju kesehatan dan kebahagiaan. Tanpa mengutip "Janganlah khawatir akan apa pun juga ...." Dan, itu sulit karena justru hal-hal tersebut yang membantu saya ketika saya sedih.
  • Daripada bertanya "Bagaimana kabarmu hari ini?" cobalah dengan, "Apa saja hal-hal kesukaanmu yang terjadi hari ini?" atau "Ceritakan tentang hal baru yang sudah kau pelajari."
  • Telan saja semua perkataan Anda dan buatlah mereka mengajari Anda cara bermain video game. Lakukan apa yang mereka ingin lakukan.
  • Apa pun yang Anda kerjakan, jangan menyerah. Anda akan mampu memenangkan masalah keberanian ini jika Anda berfokus dengan hal tersebut.
  • Bertanyalah kepada gereja Anda tentang tempat-tempat di mana Anda dan keluarga dapat melayani.
  • Hal Itu Terus Terjadi. Akan tetapi, dia sudah tahu bagaimana cara untuk menghadapinya, apa yang memicunya, bagaimana cara meminta bantuan, dan rasa depresinya sudah semakin berkurang seiring dengan pertambahan usianya. Konseling telah berperan besar membantunya menghadapi masalah tersebut.
  • Saya menghabiskan setiap pagi hanya untuk berlutut dan berdoa kepada Allah memohonkan belas kasihan-Nya.

Jadi, Allah tahu. Dia tahu, sebab Dia melihat Anak-Nya yang Tunggal belajar tentang bagaimana saudara sepupunya Yohanes Pembaptis yang dipenggal kepalanya. Dia melihat Yesus berduka atas teman-Nya Lazarus. Allah melihat Yesus menangis dengan sangat menderita di Taman Getsemani saat sedang menghadapi kematian paling mengerikan yang pernah ada.

Gambar: Yesus berdoa.

Allah telah mengingatkan saya melalui masa pengasuhan, dan sekali lagi, "Aku akan/dapat mengatasinya." Saya sudah menyaksikan kuasa Allah melalui hidup Rachel dan saya tidak dapat mengukur semua persoalan ini tanpa Juru Selamat saya.

Allah sudah mengatasinya. Dan, saya bersyukur karena Dia melakukannya. (t/Nikos)

Selengkapnya »

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Christian Parenting
Alamat situs : http://www.christianparenting.org/articles/parenting-childs-depression/
Judul asli artikel : Parenting Through a Child’s Depression
Penulis artikel : Carrie Varnell
Tanggal akses : 16 Juli 2018

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum