Pedoman Untuk Berubah


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Anda mungkin ingin menyusun rencana untuk mengembangkan karakter anak Anda, tetapi terhalang oleh kebiasaan lama. Seperti orang tua pada umumnya, mungkin tanpa sengaja Anda sudah mendidik dengan cara yang sekarang Anda ketahui kurang baik, dan bahkan mungkin berbahaya bagi anak Anda. Anda bertanya, "Ke mana saya harus melangkah? Bagaimana saya berubah?" Perubahan dapat terjadi, dan berikut ini adalah beberapa langkah yang akan membantu Anda mengubah cara Anda mendidik anak.

1. Tuliskan cara mendidik yang Anda inginkan dan apa yang Anda harapkan terjadi pada anak Anda.

Cara ini sangat berpengaruh apabila ayah dan ibu bekerja sama. Setelah Anda menuliskan jawaban Anda masing-masing, sampaikanlah rencana Anda masing-masing. Berjanjilah untuk saling membantu dalam melakukan rencana yang baru ini. Masing-masing harus bertanggung jawab dan saling mendoakan setiap hari.

2. Bicarakan rencana Anda dengan anak Anda.

Duduklah dengan anak Anda dan beritahukan kepadanya tentang rencana Anda untuk kehidupannya. Terangkan sebanyak mungkin yang dapat ia mengerti, tentang bagaimana ia dapat mengharapkan Anda bersikap dengan pendekatan yang baru. Ada orang tua yang menyebut cara ini adalah "kerja sama yang erat" karena cara ini memberikan arah yang baru bagi kehidupan keluarga.

3. Anda perlu memastikan kepada anak bahwa Anda mengasihinya, dan bahwa Anda bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupannya.

Ada orang tua yang mengungkapkannya demikian, "Aku mengasihimu dan aku sangat menghargai hubungan kita. Aku bersyukur bahwa kamu adalah putriku. Namun, aku juga ingin agar kamu tahu bahwa sangatlah penting bagiku untuk menjadi orang tua yang baik. Kamu patut memperoleh yang terbaik."

4. Terangkan tentang cara lama yang kurang tepat.

Apabila Anda sedang berusaha mengubah cara mendidik yang tidak baik, misalnya terlalu keras atau kaku. Terangkan cara yang lama ini dengan sederhana agar anak Anda mengerti. Anda dapat berkata, "Ada kalanya aku terlalu keras kepadamu dan tidak mau mengerti apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kadang-kadang, aku lebih memperhatikan apa yang kupikir pantas untukmu dan bukan memikirkan apa yang terbaik untuk pertumbuhanmu."

5. Penting juga bahwa Anda membiarkan anak Anda tahu bagaimana perasaan Anda atas tindakan Anda di masa lalu.

Yakinkan anak Anda bahwa ia tidak bertanggung jawab atas cara Anda memperlakukannya. Anda dapat berkata, "Caraku memperlakukanmu bukanlah cara yang ingin kulakukan. Sukar bagiku untuk mengakuinya, tetapi aku tahu bahwa mungkin aku telah membuat hidupmu menjadi berat akibat tindakanku." Bila Anda ingin meminta maaf kepada anak karena tindakan atau perkataan tertentu, sekaranglah waktu yang tepat untuk melakukannya.

6. Dalam masa ini, mintalah juga kepada anak Anda untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan tentang cara Anda mendidik selama ini.

Tanyakanlah bagaimana perasaan anak atas pendekatan baru yang telah Anda jelaskan. Jangan memaksa anak Anda untuk segera memberikan tanggapan; mungkin ia perlu waktu untuk memikirkannya. Setelah itu, mintalah agar anak mendoakan Anda untuk upaya Anda yang baru.

7. Laksanakan rencana Anda yang baru.

Untuk membantu Anda memulainya, bacalah keras-keras rencana baru yang telah Anda tulis setiap pagi dan sore selama tiga puluh hari. Selama waktu itu, evaluasilah perkembangan Anda pada setiap akhir minggu -- dimulai dari Anda sendiri, kemudian bersama pasangan Anda atau teman yang Anda percayai. Jangan mengharapkan perubahan yang segera terjadi pada diri Anda ataupun anak Anda. Kita semua berubah secara bertahap, tetapi pertumbuhan yang terus-menerus cenderung lebih mantap dan stabil.

Apabila anak-anak saya melepaskan diri dari otoritas saya, mereka memerlukan hal-hal berikut ini.

  1. Kemampuan dalam Mengambil Keputusan
    1. Dalam masalah fisik: olahraga, makanan, istirahat, dan lain-lain.
    2. Dalam masalah pribadi: keuangan, karier, kehidupan rumah tangga, dan lain-lain.
    3. Dalam masalah sosial: berkencan, cinta, persahabatan, menghadapi musuh, dan lain-lain.
  2. Karakter
  3. Iman, kejujuran, dapat dipercaya, pengendalian diri, disiplin, daya tahan, dan keberanian.

  4. Komitmen Terhadap Tujuan Hidup
  5. Mengasihi dan menaati Tuhan, mengasihi pasangan hidup dan anak-anaknya, menjadi sahabat yang baik, bekerja keras, mencurahkan kehidupannya bagi orang lain.

  6. Kemampuan untuk Memiliki Sifat Bertahan Hidup
    1. Dalam masalah fisik: mengatur jadwal, memasak, berenang, belajar keterampilan untuk menyelamatkan, mengemudi, dan lain-lain.
    2. Dalam masalah pribadi: merencanakan anggaran belanja, mengatur buku cek, tahu bagaimana menyelesaikan tugas, memelihara barang milik, dan lain-lain.
    3. Dalam masalah sosial: rukun dengan orang lain, dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah, berkelakuan baik, belajar bertahan sendiri bila perlu, dan lain-lain.
    4. Dalam masalah rohani: membagikan iman mereka, bertobat, menjalin persekutuan yang akrab dengan Tuhan, dan lain-lain.
  7. Hubungan yang Langgeng
  8. Kemampuan untuk menyelesaikan perselisihan, melayani orang lain, berkomunikasi, mendengarkan, mengampuni, dan lain-lain.

Daftar tersebut tidak mencakup seluruh karakter dan kemampuan yang perlu kita wariskan kepada anak-anak kita, tetapi dapat memberikan pengertian kepada Anda. Berdasarkan lima bidang dalam daftar ini, kita dapat mengembangkan kerangka atau rencana bagi setiap anak kita dan menambahkannya, sementara dia bertambah dewasa.

Pembentukan dengan cara ini dapat digunakan untuk semua karakter. Mungkin, sebagian besar tanggapan Anda terhadap daftar ini dapat diterapkan pada semua anak Anda. Dan, kelima bidang ini juga memungkinkan kita untuk memikirkan keunikan masing-masing anak.

Contohnya, mungkin anak laki-laki Anda agak lambat belajar, sedangkan saudara perempuannya adalah murid yang pandai. Jenis kemampuan yang Anda harapkan dapat dikuasai anak laki-laki Anda, mungkin berbeda dengan yang Anda minta dari anak perempuan Anda. Jenis kelamin juga harus dipertimbangkan dalam menyusun rencana Anda; tanggung jawab seorang pemuda dalam berpacaran berbeda dengan tanggung jawab seorang gadis. Atau, mungkin anak Anda berprestasi dalam olahraga dan karena itu, maksud untuk mengembangkan kelebihannya termasuk dalam rencana yang Anda susun.

Jadi, mewariskan kasih menuntut agar kita mempunyai pengertian yang benar tentang apa yang sebenarnya diperlukan. Mengembangkan suatu rencana untuk suatu tujuan akhir akan menempatkan kita berada jauh di depan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Menjadi Orang Tua yang Bijaksana: Anda Dapat Menggunakan Komunikasi yang Penuh Kasih dengan Anak Anda
Penulis : H. Norman Wright
Penerbit : Yayasan ANDI, Yogyakarta 1996
Halaman : 57 -- 61

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Komentar